Berita / News

LED Expo Thailand + Light ASEAN 2020 Opens Door to Technological Transformations For Lighting Industries

IMPACT Exhibition Management Co., Ltd. in collaboration with MEX Exhibitions Pvt. Ltd. is going to launch the 8th edition of LED Expo Thailand + Light ASEAN, the UFI approved event and ASEAN's Largest International Exhibition on LED Products & Technology. Featuring cutting-edge LEDs, smart lighting and energy saving solutions, as well as a leading industry knowledge platform for modern entrepreneur, this trade exhibition will be held from 24 to 26 June 2020 at Hall 5 - 6, IMPACT Exhibition Center, Bangkok, Thailand. More than 250 exhibitors and 8,000 trade professionals and key decision makers from Asia in general and ASEAN in particular are expected to attend the three-day event.

Growing Lighting Market
Mr. Loy Joon How, General Manager, IMPACT Exhibition Management Co., Ltd., revealed the lighting market in Asia Pacific is forecasted to reach market revenue of more than $58 billion by 2024, with a CAGR of 13%. The increasing sales of smart lighting and the government campaign to support smart city projects will be one of the major factors in boosting the lighting market in Asia Pacific.
"Aligned with the strong industry growth, this year's theme is 'Connected Lighting for a Better Life', revolving around the concept of smart lighting and its applications, where AI and IoT are rapidly being integrated into lighting. The theme has been chosen keeping in tune with the current trends in LED lighting industry," Mr. Loy added.

Strong Industry Support
LED Expo Thailand is honoured to be supported by the industry. Supporting organizations include, the Department of Industrial Works, Illuminating Engineering Association of Thailand, Thai Electrical & Mechanical Contractors Association, Electrical and Electronics Institute, Environmental Engineering Association of Thailand, Wazzadu.com, Building Owner & Manager Associations of Philippines, and International Facility Management Association Singapore Chapter.
Mr.Supakit Boonsiri, Deputy Director General, Department of Industrial Works, said "The Department of Industrial Works recognizes that LED Expo Thailand will act as a platform to acknowledge Thailand Industrial Enterprises towards Industry 4.0 policy by showcasing the cutting-edge lighting and energy saving solutions, which will help Thailand industrial enterprises to increase the compatibility with overseas competitors. For this reason, the Department of Industrial Works is also collaborating with LED Expo Thailand to arrange a local roadshow in the industrial estate area to create awareness among Industrial enterprises about new lighting and energy saving solutions trend. 

More than just an exhibition – Exciting Line up for LED Expo Thailand + Light ASEAN 2020!
Running alongside the exhibition will be a dedicated innovation zone focusing on three key segments – Intelligent Lighting Zone, Lighting Design Zone, and Beyond Savings and Sustainability Zone. One of the major highlights is the Bar & Restaurant Lighting Showcase Area, which will be showcasing how innovative lighting and future designs can be adapted for bars & restaurants. LED ASEAN Forum 2020 will be addressing how technology disruption drives the transformation of the lighting industry. WAZZADU Talk 2020, organized in strategic collaboration with Wazzadu.com, the most innovative material sourcing platform for architects and interior designers, aims to create awareness amongst the community about how AI and modern lighting technology can bring a new perspective to the design.

For more information about LED Expo Thailand + Light ASEAN 2020, please visit the website www.ledexpothailand.com.

About The Organizers :
MEX Exhibitions Pvt. Ltd. is an international exhibition company with a strong presence of over four decades in the advertising industry, over 20 years in publishing & 16 years in exhibitions. The company has produced more than 100 market-leading trade exhibitions for various segments in addition to publishing various magazines & advertising trade directories of repute. Successful exhibitions are conducted all over India, Dubai, Singapore and Thailand.

IMPACT Exhibition Management Co., Ltd. IMPACT Exhibition Management Co., Ltd. ("IMPACT") is the leading exhibition organizer in Thailand. Offering a full range of services for domestic and international exhibitions, conferences, meetings and special events, IMPACT has earned a well-deserved reputation as a highly professional and reliable show manager/organizer amongst the public and private sectors. Through face-to-face and digital channels, and working hand-in-hand with international trade associations, organizers and corporations across a broad spectrum of industries, IMPACT creates environments to help you build a network of professional contacts in the course of one event.

www.impact.co.th

Aperlindo: SNI Wajib LED Harus Diterbitkan

Ketua Aperlindo Jhon Manoppo mengatakan pabrikan lokal bahkan bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 50 persen. Pasalnya, arus lampu impor dari China melemah seiring mewabahnya virus korona di distrik Wuhan pada awal 2020.

-------------------------------------------------------------
Andi M. Arief - Bisnis.com - 04 Februari 2020
-------------------------------------------------------------

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo) menyatakan produksi lampu tahun ini akan tumbuh sekitar 10 persen menjadi sekitar 385 juta lampu. Adapun, pertumbuhan tersebut didorong oleh pengetatan kepatuhan regulasi dan pelemahan arus impor.

Ketua Aperlindo Jhon Manoppo mengatakan pabrikan lokal bahkan bisa meningkatkan kapasitas produksi hingga 50 persen. Pasalnya, arus lampu impor dari China melemah seiring mewabahnya virus korona di distrik Wuhan pada awal 2020.

"[Pangsa lampu China di pasar domestik] 85 persen karena varian harganya mulai dari level yang paling bawah sampai yang paling tinggi. Dengan adanya penurunan ini, produsen dalam negeri bisa memanfaatkan pelemahan arus impor tersebut," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (4/2/2020).

Jhon menambahkan mewabahnya virus korona juga dapat melemahkan ketersediaan bahan baku produksi. Pasalnya, ujarnya, sebagian komponen lampu masih diimpor dari China.

Adapun, Jhon menyatakan pihaknya akan fokus mengajukan standar nasional Indonesia (SNI) wajib bagi lampu swaballast light emmiting diode (LED) pada tahun ini.

Menurutnya, penerpan SNI tersebut menjadi penting lantaran teknologi produksi lampu swaballast LED telah jenuh, pengetatan SNI oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) di pasar, dan banyak investor yang menunggu SNI tersebut.

"[SNI diperlukan] intinya melindungi konsumen. Kalau tidak ada [SNI Wajib Lampu LED, nasib] konsumen bagaiamana," ujarnya.

Jhon menyampaikan infrastruktur uji SNI lampu swaballast LED sudah tersedia seperti lab uji dan lembaga surveyor. Di samping itu, Jhon berargumen tidak adanya SNI Wajib lampu LED akan menyulitkan pengawasan Kemendag di pasar.

Kemendag pada tahun ini akan mengawasi perdagangan lampu swaballast di tiga daerah yakni Kalimantan Utara, Gorontalo, dan Papua Barat. Adapun, Gorontalo tercatat sebagai daerah yang melanggar SNI lampu sejak 2018, sedangkan kementerian baru akan mengawasi perdagangan lampu di Kalimantan Utara dan Gorontalo.

Kemendag menyatakan bahwa akan mengirimkan surat kepada Kementerian Perindustrian maupun Kementerian ESDM terkait koordinasi pengawasan lampu LED. Oleh karena itu, Jhon menilai momentum penerbitan SNI Wajib lampu LED sangat baik tahun ini.

Di samping itu, Jhon menyatakan beberapa produsen lampu multinasional telah menyatakan niat untuk berinvestasi di dalam negeri dari Korea Selatan, China, Taiwan, Jepang, India, Thailand, dan Vietnam. Pasalnya, lanjutnya, pasar lampu di dalam negeri merupakan yang terbesar di Asia Tenggara atau sekitar 70 rumah tangga dengan tingkat elektrifikasi di level 98 persen.

Jhon mendata saat ini telah ada 11 pabrikan yang telah memiliki SNI lampu LED sukarela. Menurutnya, pabrikan lokal saat ini telah mampu menyesuaikan mesin agar sesuai teknologi terbaru.

Sebelumnya, President and Group CEO Ligman Sakchai Manawongsakul menyampaikan pihaknya akan mendukung pelaksanaan proyek tersebut dengan produk lampu JPU perseroan. Adapun, Skachai berujar akan mendirikan pabrikan baru di dalam negeri jika permintaan JPU IoT tinggi di dalam negeri.

“Kami akan mengambil komponen lokal dan [melakukan] assembling di dalam negeri yang membuat produk kami made in Indonesia. Maksud kami, kami akan menamgbil 60 persen dari total material kami di dalam negeri dan 40 persen kami bisa atur untuk diimpor dari Thailand. Tidak ada masalah,” ujarnya kepada Bisnis.

Sakchai mengemukakan produk lampu JPU IoT miliknya menjanjikan efisiensi energi sekitar 30 persen — 60 persen sesuai dengan penggunaan. Sakchai menargetkan setidaknya dapat mendistribusikan produknya di dalam negeri setidaknya 1.000 unit pada tahun depan.

Sakchai mengklaim dapat mendirikan pabrikan di dalam negeri dalam waktu 6—12 bulan. Namun demikian, dia menyatakan pembangunan pabrikan tersebut akan bergantung pada kebutuhan kecepatan proyek penerangan nasional.

“Kami memiliki intensi untuk ini [ikut dalam proyek penerangan nasional] dan infrastruktur [stasiun pengisian listrik kendaraan elektrik]. Proyek pemerintah adalah fokus utama kami,” katanya.

Editor : David Eka Issetiabudi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200204/257/1197426/aperlindo-sni-wajib-led-harus-diterbitkan#

SWA - Business

Investasi Produsen Lampu China Sekitar US$ 150-400 Juta

---------------------------------------------------------

by Vicky Rachman - September 28, 2019

-------------------------------------------------------- 

Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) memproyeksikan nilai investasi produsen lampu asal China di Indonesia di tahun 2019 hingga 2020 berkisar US$ 150-400 juta. Nilai investasi itu ditaksir Aperlindo berdasarkan komitmen 3-4 produsen lampu China yang sedang menjajaki membuka pabrik lampu di Indonesia di semester II/2019 atau di tahun depan. “Rata-rata investasi membangun pabrik lampu di Indonesia itu sekitar US$ 50 juta hingga US$ 100 juta per pabrik, satu unit pabrik memiliki 1-2 lini produksi yang kapasitas produksinya 1-2 juta unit lampu per bulan,” tutur John Manoppo, Ketua Umum Aperlindo saat ditemui SWAonline di sela-sela pameran Indonesia International Electronics & Smart Appliances Expo di Jakarta, Jum’at (27/9/2019).

John menyebutkan, produsen lampu dari China itu berminat untuk berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan bisnis lampu, khususnya lampu LED (light emitting diode) untuk segmen rumah tangga. Selain itu, menurut John, produsen lampu China berkeinginan untuk memperluas pasar di Indonesia. Aperlindo memiliki anggota sebanyak 42 anggota dan 90% atau 36 perusahaan dari jumlah anggotanya itu adalah importir lampu. “Yang sisanya adalah produsen lampu, jumlahnya 6 perusahaan yang memiliki pabrik lampu di Indonesia,” ujar John.

Keenam produsen lampu di Indonesia itu diantaranya memproduksi lampu bermerek Hori yang diproduksi oleh PT Honoris Industry, anak usaha PT Multi Indocitra Tbk (MICE), kemudian lampu Cahaya yang diproduksi PT Pancaran Indonesia, dan lampu Focus produksi PT Tjipto Langgeng Abadi. “Produsen lampu lokal di Indonesia hanya bisa memenuhi kebutuhan lampu LED domestik sebesar 20%, yang sisanya diimpor,” ungkap John. Ia menyebutkan Philips menguasai pangsa pasar lampu LED di Indonesia sebesar 40%, disusul Hannochs (produsen lampu di Medan, Sumatera Utara), Hori 10%, Cahaya 5%, dan Focus 5%.

Aperlindo mengestimasikan volume pasar lampu LED sebanyak 300 juta unit di tahun 2019, atau berpeluang tumbuh 25% dari 240 juta unit di tahun 2018. “Kalau size pasarnya sekitar Rp 6 triliun di tahun ini. Asumsinya rata-rata harga lampu LED yang seharga Rp 20 ribu per unit dikalikan volume pasar yang 300 juta unit,” John merincikan.

Peluang pasar lampu LED yang menggiurkan itu mengundang minat produsen lampu China untuk menjajaki opsi membangun pabrik dengan mendirikan perusahaan patungan dengan produsen lampu Indonesia atau membangun pabrik tanpa bermitra dengan mitra lokal. John menyebutkan benefit yang bakal diperoleh investor membangun pabrik di Indonesia adalah harga jual produk lebih rendah apabila dibandingkan lampu impor. “Fluktuasi mata uang dollar Amerika Serikat terhadap rupiah mencapai Rp 14-an ribu dan rata-rata upah buruh di China naik menjadi 6 ribu Yuan per bulan dari sebelumnya 3 ribu Yuan,” tutur John.

Jika dirata-ratakan upah buruh di China, menurut John, naik menjadi Rp 12 juta/bulan dari Rp 6 juta/bulan. Jika dikonversikan, nilai tukar 1 Yuan China sekitar Rp 1.908. “Industri lampu itu padat karya, satu pabrik akan menyerap tenaga kerja sekitar 100 pegawai. Nah, kami mengusulkan agar mereka mendirikan pabrik di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang upah buruhnya lebih kompetitif dibandingkan di China dan daerah lainnya di Indonesia,” John menjelaskan.

Selain itu, infrastruktur di kedua daerah itu memudahkan akses distribusi dan logistik ke pelabuhan dan bandara udara. “Kami akan mengajak produsen lampu China, Kami optimistis mereka akan membangun pabrik lampu sekitar 3 hingga 4 pabrik di tahun ini atau tahun depan,” pungkasnya. (*)

https://swa.co.id/swa/business-update/investasi-produsen-lampu-china-sekitar-us-150-400-juta

Hai!
Buat situs web Anda sendiri seperti yang saya lakukan.
Mudah dan benar-benar gratis.
Iklan